Kontroversi Pendirian Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang

24 Feb

images.jpgJurnal Rembang, PT Semen Indonesia (Persero) membangun pabrik baru dengan kapasitas 3 juta ton semen per tahun di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto menuturkan proses pengadaan lahan 200 hektare dengan kemampuan tambang setara deposit 30 tahun sudah diselesaikan.

“Kini kita tengah memproses tukar-menukar kawasan hutan di Rembang dalam skema pinjam pakai yang mengharuskan Semen Indonesia menyiapkan lahan yang siap dihutankan sebagai ganti dari wilayah hutan yang akan digunakan untuk kepentingan produksi perseroan,” jelasnya dalam siara pers, Senin (18/2) kepada para wartawan. 

Ia mengatakan, koordinasi dengan Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM terus dilakukan. Selain lahan, perseroan juga telah melakukan proses pengadaan peralatan utama pabrik baru tersebut.

Sebanyak 85 persen proporsi material pabrik ditunjang oleh peralatan-peralatan yang dihasilkan di dalam negeri (local equipment). 

Konstruksi sipil, pemasangan mesin dan peralatan, serta elektrikal dan instrumentasi dari pabrik ini 100 persen akan dikerjakan oleh kontraktor dalam negeri. Nilai investasi mencapai Rp 3,7 triliun.

“Untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, kami akan terus mendorong penggunaan energi alternatif,” jelasnya lagi. 

Seperti biomass mulai dari sekam padi, serbuk gergaji, cocopeat, dan limbah tembakau untuk menggantikan sebagian batu bara. Konstruksi pabrik akan dimulai pada kuartal pertama 2013 sampai kuartal pertama 2016. 

Commissioning pabrik ditargetkan pada awal 2016. “Kami targetkan pabrik sudah bisa beroperasi penuh mulai kuartal ketiga 2016,” katanya. 

Dengan tambahan pabrik baru ini, Semen Indonesia menargetkan mampu memproduksi 36,5 juta ton semen per tahun pada 2016. Pada 2012, perseroan mampu menjual 22,5 juta ton semen, meningkat 14,7 persen dibanding realisasi penjualan 2011 sebesar 19,6 juta ton. 

Pertumbuhan penjualan Semen Indonesia mampu melampaui rata-rata pertumbuhan industri semen secara nasional yang hanya 14,5 persen. Hingga September 2012, Semen Indonesia membukukan pendapatan Rp 13,677 triliun, meningkat 17,7 persen dibanding periode yang sama di 2011. Laba bersih naik 22,8 persen menjadi Rp 3,38 triliun. 

Sementara itu kontroversi penolakan pendirian Pabrik Semen Indonesia yang dilakukan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang. Enggan di sebut organisai anti diskusi terkait aksi penolakan semen di Rembang, Kemarin (19/2) mereka siap untuk adu argumentasi secara ilmiah terkait penolakannya terhadap pendirian pabrik semen di Kecamatan Gunem oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang getol disuarakan belakangan ini.

Koordintaor JMPPK Rembang Ming Ming Lukiarti, mengaku sangat siap adu argumentasi setelah muncul pernyataan  pesimisme Ketua DPRD Rembang bahwa pihaknya sulit diajak diskusi.

Ming Ming menegaskan mengenai alasan menolak pendirian pabrik semen di Rembang, termasuk siap membuka fakta hukum dan ilmiah terkait penyimpangan-penyimpangan yang terjadi selama proses menuju pendirian pabrik semen tersebut.

Kalau memang siap kami meminta Ketua DPRD mendatangkan sejumlah pihak yang terkait antara lain dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian BUMN, Direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, akademisi independen, dan tokoh masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada lingkungan.Kami berani menyuarkan penolakan, karena memang ada hal-hal prinsip yang memang telah dilanggar. “tegasnya”.

JMPPK kata Ming ming meyakini bahwa calon lokasi tambang pabrik semen di Rembang tepat berada di wilayah Cekungan Watuputih dan itu melanggar Pasal 63 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang RTRW Provinsi Jawa Tengah dan Pasal 19 Perda Nomor 14 tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Rembang. Hal itu juga dibenarkan oleh pihak ESDM, meski kemudian dibantah pihak Bapeda, kami dan masyarakat tidak bisa dibodohi. “Tegasnya”.

Ming Ming menyebutkan, Cekungan Watuputih merupakan kawasan imbuhan air dan kawasan lindung geologi yang keberadaannya tidak boleh diganggu dan harus dilestarikan fungsinya.

Mengenai penyadaran kepada masyarakat tentang Cekungan Watuputih dan statusnya, ia akan melakukannya secara perlahan dan diyakini masyarakat akan memilih menjaga kelestarian lingkungan dibanding menyerahkannya untuk kepentingan pabrik semen.
Secara khusus Ming ming juga meminta semua pihak yang terlibat untuk disumpah dengan kitab suci saat berargumentasi guna memastikan kejujuran dalam berbicara agar tidak menyesatkan masyarakat.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Rembang Sunarto kepada wartawan menyatakan pesimistis penentang pendirian pabrik semen akan mudah diajak berdiskusi. Menurut dia, hal positif apapun akan sulit masuk karena sudah dilatari penolakan.

Sementara itu, kesiapan untuk berdebat seputar penolakan pabrik semen di Rembang tidak hanya disuarakan JMPPK, tetapi juga Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem. Koordinator Lespem Bambang Wahyu Widodo siap membuka motivasi di balik pembangunan pabrik semen di Rembang. (Widad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: